Aku mengagumi dirimu dalam diam.Dalam diam aku dapat selalu didekatmu.
Aku telah jatuh cinta denganmu dalam diam-diam.
Mungkin aku sudah keliru dengan perasaan ini.
Dengan segala cerita, segala kebersamaan yang udah dilalui.
Dengan kenyamanan yang selalu ada saat dekat kamu.
Sudah lama aku memperhatikanmu, menyukaimu dalam diam dalam sembunyi.
Kita berteman sudah lama, tak mungkin aku mengaku kalo aku menyukaimu.
Aku terlalu takut, terlalu pengecut.
Aku hanya bisa terdiam menunggu kamu bilang, menunggu kamu mengaku bahwa kamu juga menyukaiku.
Apa yang paling pedih dalam dunia ini? jawabannya hanya satu, menyukaimu dalam diam.
Aku menyukainya seperti bayangan yang menyukai bendanya.
Yang tak pernah terpisah waktu walau tak pernah bisa bersama.
Yang diam-diam menjadikannya tujuan untuk terus ada dan nyata.
Aku tau aku bodoh, tapi aku tak peduli.
Aku tak peduli, aku menutup mata, telinga, dan segala indra agar terus bersamanya.
Kita menjalani hari bersama.. seakan.. hatiku ini baik-baik saja.
Namun siapakah yang bisa menebak isi hati manusia termasuk isi hatiku?
Siapa aku dimatamu?
Aku mungkin sebagian kecil dari orang-orang yang memperhatikanmu, teman ceritamu berbagi, tak lebih dari itu.
Aku membisikan rindu yang tak kau gubris, merasakan perasaan yang tidak kau rasakan.
Mungkin terlalu tinggi jika aku berharap lebih.
Menyukainya dalam diam.
Kata orang ungkapkan saja, kata orang.
Aku yakin sebagian mungkin itu benar.
Sebagian lagi itu akan mengubah suasana.
Disaat dia sudah tau apa yang kita rasakan.
Aku merasa aman.
Disaat tidak ada yang tau bagaimana aku menjaga perasaan ini, bahkan kamu sendiri.
Sesekali bisa duduk didekatmu, sesekali bisa tertawa bersamamu.
Cukuplah seperti ini.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar